BOJONEGORO – Semangat untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat tata kelola kelembagaan diwujudkan oleh BMT Artha Buana Metro Lampung melalui kegiatan study tiru ke Holding Koperasi BMT NU Ngasem Bojonegoro, Rabu (26/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang bertukar pengalaman mengenai pengelolaan koperasi, pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, serta strategi meningkatkan kemanfaatan bagi anggota.
Rombongan BMT Artha Buana Metro dipimpin oleh Prof. Dr. H. Subandi, M.M., selaku KSPS BMT Artha Buana Metro. Turut serta dalam kunjungan tersebut Drs. Abdul Hamid, M.Pd., Tri Setyorini, M.E., Jomianto Muzakki, S.Sy., Ma’ruf, S.Pd.I., Eko Sulistiono, S.Pd.I., M. Khoirul Huda, S.Pd., Mohc. Abdurrozaq, S.Pd., Nani Aisah, S.Pd., dan Miftakhul Jannah, S.E., yang juga merupakan jajaran KSPS BMT Artha Buana Metro.
Selain rombongan dari BMT Artha Buana Metro, turut hadir Ir. H. Agus Rina Syaka, M.M., Muefid Arsyad, M.H.I., dan Khoirul Muslim, M.M. dari Koperasi NTM.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari hubungan silaturahmi antarlembaga koperasi dan jaringan ekonomi umat, termasuk dengan unsur PCNU Lampung, dalam semangat membangun kolaborasi dan saling menguatkan.
Dalam kunjungan ini, Presiden Direktur Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group turut hadir dan menyambut rombongan. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, sekaligus diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman mengenai perjalanan pengembangan koperasi.
Study tiru menjadi sarana penting bagi lembaga koperasi untuk melihat secara langsung praktik-praktik pengelolaan yang telah diterapkan oleh lembaga lain. Dari proses tersebut, berbagai pengalaman dapat menjadi bahan evaluasi dan inspirasi untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga.
Bagi Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group, silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarlembaga merupakan bagian dari ikhtiar untuk bersama-sama membangun ekosistem koperasi yang semakin profesional, kuat, dan memberikan manfaat luas bagi anggota serta masyarakat.
Semangat tersebut juga sejalan dengan prinsip dasar koperasi yang mengedepankan kebersamaan dan gotong royong untuk kesejahteraan anggota.
“Koperasi dibangun dengan konsep gotong royong untuk kesejahteraan anggota.”
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun komunikasi dan kolaborasi yang semakin erat antara BMT Artha Buana Metro Lampung dan Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group.
Sebab, kemajuan koperasi tidak hanya lahir dari kemampuan sebuah lembaga untuk berkembang sendiri, tetapi juga dari kesediaan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan berjalan bersama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi anggota.
Dari Metro Lampung ke Bojonegoro, satu semangat untuk terus belajar dan menguatkan ekonomi umat melalui koperasi.