HOLDING BMT NU
NGASEM
Ditulis : 22 Agustus 2026

JAKARTA – Perjalanan panjang gerakan koperasi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran dan perjuangan para tokoh yang konsisten menjaga koperasi sebagai bagian penting dari sistem perekonomian nasional. Salah satunya adalah Prof. Dr. Sri Edi Swasono, ekonom dan akademisi yang selama puluhan tahun dikenal aktif memperjuangkan koperasi dan ekonomi rakyat.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Direktur Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group berkesempatan bertemu dan berdiskusi bersama Prof. Sri Edi Swasono. Pertemuan tersebut menjadi momentum berharga untuk menyerap langsung pemikiran dari salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia koperasi Indonesia.

Prof. Sri Edi Swasono juga dikenal sebagai menantu pertama Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta (Bung Hatta). Pemikiran dan kiprahnya dalam koperasi telah berlangsung sejak lama. Universitas Gadjah Mada mencatat Sri Edi Swasono sebagai salah satu tokoh koperasi Indonesia yang pemikirannya mengenai koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia menjadi bagian penting dalam diskursus ekonomi kerakyatan.

Lahir di Ngawi pada 16 September 1940, Sri Edi Swasono menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga meraih gelar Ph.D. dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat. Kiprahnya kemudian berkembang sebagai akademisi, ekonom, sekaligus pegiat koperasi.

Yang menarik, di usia 85 tahun pada Agustus 2026, semangat Prof. Sri Edi Swasono untuk berbagi ilmu dan pemikiran tentang ekonomi rakyat serta koperasi tetap terjaga. Dedikasinya menunjukkan bahwa perjuangan membangun koperasi tidak mengenal batas usia.

Kedekatan Prof. Sri Edi Swasono dengan keluarga Bung Hatta juga memberikan dimensi tersendiri dalam perjalanan perjuangannya. Ia menikah dengan Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, putri Bung Hatta. Meutia Farida Hatta sendiri merupakan akademikus dan pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Indonesia Bersatu serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada periode 2010–2014.

Pertemuan dengan Prof. Sri Edi Swasono menjadi pengingat bahwa koperasi bukan semata-mata tentang aktivitas ekonomi. Di baliknya terdapat gagasan besar mengenai kedaulatan ekonomi rakyat, gotong royong, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Bagi generasi koperasi hari ini, keteladanan Prof. Sri Edi Swasono menjadi pesan penting: membangun koperasi membutuhkan ilmu, konsistensi, keberanian memperjuangkan gagasan, sekaligus kesetiaan terhadap nilai-nilai yang menjadi jati diri koperasi.

Semangat tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika perkoperasian Indonesia saat ini. Ketika berbagai pihak tengah mendorong penguatan regulasi dan tata kelola koperasi, pengalaman serta pemikiran para tokoh senior menjadi sumber pembelajaran berharga bagi generasi penerus.

Bertemu dengan Prof. Sri Edi Swasono bukan sekadar bertemu seorang akademisi. Ini adalah kesempatan untuk mendengar langsung suara dari salah satu generasi yang terus menjaga api perjuangan koperasi dan ekonomi rakyat Indonesia.






Bergabunglah Bersama Kami


Dapatkan info terkini dari Holding BMT NU NGASEM di inbox email Anda.